http://winest-wirmayani.blogspot.com/2013/04/budaya-galau-mahasiswa-vs-tipologi-dosen.html

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2011

Hasil Wawancara Bersama Fadil Muhammad

Fadil Muhammad adalah seorang wartawan sekaligus penyiar senior di Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Sulteng. Tak heran apabila beliau sering tampil di layar kaca TVRI Sulteng. Berikut adalah hasil wawancara bersama beliau terkait jurnalisme.

Fadil Muhammad
Bapak, ceritakan sedikit mengenai diri Bapak dan kegiatan Bapak sebagai wartawan?
"Saya lahir pada tanggal 1 November 1967. Awalnya saya berprofesi sebagai penyiar di radio Swasta, mulai di Sidrap Sulawesi Selatan, Jakarta, Kendari dan di Palu. Setelah itu profesi tetap sebagai penyiar dan direkrut oleh LPP TVRI Sulteng pada tahun 2002 sampai saat ini. Kegiatan sekarang, selain sebagai penyiar, presenter dan host, saya juga sering melakukan peliputan berita, pembuat produksi paket siaran lokal dan nasional di TVRI."

Dimana Bapak pertama kali terlibat sebagai wartawan, dan sekarang bekerja untuk media apa?
"Sejak saya di TVRI, mulai tahun 2002 sampai sekarang. Untuk media, ya media elektronik. Kan televisi…"

Mengapa Bapak tertarik menjadi wartawan?
“Karena wartawan adalah suatu profesi yang membanggakan, sebab turut serta memberikan atau  menambah wawasan informasi bagi masyarakat luas dan tidak semua orang memiliki talenta sebagai wartawan."

Apa tips untuk menjadi seorang wartawan sukses?
“Pertama harus memiliki wawasan luas, etika moral yang baik, memberikan informasi yang sebenarnya (fakta dan nyata), tidak menganggap diri paling hebat, karena ini adalah kerja tim dan terakhir yaitu belajar dan terus belajar”.

Siapa wartawan yang Bapak kagumi selama ini, mengapa?
“Wartawan yang saya kagumi adalah wartawan yang professional dan rendah diri. Kalau menunjuk personal, tidak ada.”

Apa yang Bapak lakukan saat ini untuk mengembangkan karir jurnalistik Bapak?
“Mengikuti pelatihan-pelatihan jurnalistik, baik yang dilakukan di Sulawesi Tengah maupun di luar Sulteng yang dilaksanakan oleh TVRI. Misalnya mengikuti penyamaan penulisan naskah berita, pelatihan produser berita, pelatihan jurnalisme perang, dan sebagainya.”

Dimana Bapak bisa dihubungi? Apakah Bapak aktif di jejaring sosial?
“Saya bisa dihubungi melalui telepon (ponsel), Facebook dan di kantor tempat saya bekerja (TVRI). Atau lihat kontak alamat saya dibawah ini."

Alamat        :   Perdos Untad, Blok A3 No. 21 Tondo
Mobile        :   0811454804
Email           :   fadelmuhammad33@yahoo.com

Jumat, 21 Oktober 2011

Dasar - Dasar Jurnalistik

Mengapa Sesuatu itu Bisa Dijadikan Berita?

Sebelum membahas tentang karakteristik berita, terlebih dahulu harus memahami apa yang dimaksud dengan berita. Berikut ini adalah beberapa definisi berita menurut para ahli:

a)        Mitcel V. Charneley
News merupakan laporan tentang fakta atau opini yang menarik perhatian dan penting, yang dibutuhkan oleh sekelompok masyarakat.
b)        Jakob Oetama
Berita adalah sesuatu yang diangkat oleh wartawan dari suatu event atau peristiwa, menjadi sebuah konstruksi yang dipublikasikan.
c)         Curtis D. MacDougall
Berita adalah deskripsi atas suatu keadaan atau kejadian; bukan sesuatu yang secara intrinsik ada dalam kejadian itu sendiri. 

Dari definisi berita diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa, berita merupakan sebuah fakta yang menarik perhatian dan penting, setelah mengalami konstruksi terlebih dahulu dan akhirnya dipublikasikan. 

Tak semua hal dapat dijadikan sebagai berita. Hanya peristiwa tertentu yang memiliki nilai berita saja yang pantas diangkat menjadi berita. Pada umumnya, semua berita berkaitan dengan manusia, walaupun ada yang mengangkat berita tentang hewan atau tumbuhan, pasti didalamnya ada kaitannya dengan manusia.
Sesuatu itu bisa dan pantas dijadikan berita apabila terdapat unsur-unsur berikut: 

a)      Timeliness atau bersifat baru
Suatu event akan menjadi berita yang kuat karena ada unsur keaktualan didalamnya. Misalnya berita itu diangkat selang beberapa waktu setelah kejadian.
 Contoh: Banjir Bandang Tewaskan Ratusan Jiwa

b)      Unusual atau aneh, jarang terjadi
Kejadian yang aneh akan mendorong minat khalayak untuk dapat mengetahui kronologis kejadian itu. Contoh: Paus Biru Hebohkan Masyarakat Teluk Palu

c)      Interesting atau menarik
Khalayak cenderung memilih berita yang menarik. Oleh karenanya, suatu kejadian yang menarik akan memiliki poin tersendiri dalam suatu berita. Contoh: Ajaib, Anak Usia 2 Tahun Kuasai 9 Bahasa

d)      Significant atau signifikansi (dapat menemukan perbedaan kecil yang berarti)
Seperti jika kita ingin mendeskripsikan riwayat Albert Einstein menjadi sebuah berita, fakta umum tentang beliau, yaitu sebagai pencipta teori relativitas e=mc2, peraih Nobel tentang foto elektrik dan masih banyak lagi yang identik dengan kecerdasannya. Tapi akan menjadi lebih signifikan apabila ditambahkan tentang kebiasaan Einstein yang tidak suka memakai kaos kaki.

Berita ada yang berkarakter kuat dan lemah. Dikatakan kuat, apabila berita tersebut baru, masih hangat, sangat menarik perhatian khalayak, sangat penting, dapat menemukan satu poin penting yang berarti, atau bahkan peristiwa yang sudah lewat akan tetapi baru pertama kali dipublikasikan.  Sedangkan suatu berita dikatakan lemah, bilamana berita tersebut sudah pernah dipublikasikan sebelumnya, hanya berita yang biasa-biasa saja (ordinary), atau konstruksinya kurang menarik.

Referensi :
Yulia,Winda. 2010. Andai Aku Jadi Penyiar. Yogyakarta: CV ANDI OFFSET
Dewabrata, AM. 2004. Kalimat Jurnalistik; Panduan Mencermati Penulisan Berita. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara

x_3badcda6